Definisi Osi Layer
Jaringan komputer telah melangalami perkembangan yang sangat pesat sejak dimulainya riset oleh DARPA tahun 1969. Pada tahun 1973 seiring dikembangkanya jaringan ARPANET ke luar Amerika semakin banyak pula komputer yang terhubung dengan jaringan dan semakin banyak vendor komputer yang ikut mengembangkan teknologi jaringan. Hal itu nyebabkan berbagai macam teknologi jaringan diimplementasikan baik dibidang hardware maupun software. Teknologi tersebut memiliki cara yang berbeda- beda dalam implementasinya tanpa ada standarisasi. Banyak perangkat jaringan yang sulit diimplementasikan karena harus disesuaikan dengan kriteria dari perangkat yang akan digunakan. Misalnya komputer X menggunakan LAN Card vendor A sedangkan komputer Y menggunakan LAN Card vendor B, untuk menghubungkan kedua komputer tersebut akan sulit karena ada perbedaan kriteria pada kedua LAN Card tersebut. Hal ini akan mempersulit proses interkoneksi.
Sehubungan dengan hal tersebut sebuah badan internasional yang menangani standar yaitu International Organitation for Standarization (ISO) membuat berbagai macam model skema standarisasi jaringan. Model jaringan tersebut adalah Open System Interconection (OSI). OSI adalah sebuah model jaringan untuk menjebatani pengembangan peranti jaringan agar tetap bisa berkomunikasi walaupun dikembangkan oleh banyak pengembang. OSI juga sebagai kerangka dasar untuk mengembangkan protokol lainya dalam jaringan. OSI membagi kompleksitas komunikasi data asal (source) ke tujuan (destination) dengan beberapa lapisan – lapisan (layer). Setiap layer mempunyai fungsi dan hubungan antar layer. Ada tujuh layer, yaitu Physical Layer merupakan layer paling bawah, Data Link, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer dan layer teratas adalah Application Layer. Susunan layer-layer tersebut dapat dilihat pada gambar berikut,
Gambar OSI Layer
Secara garis besar OSI Layer terbagi menjadi dua yaitu Upper Layer dan Lower Layer. Upper Layer mempunyai fungsi yang berkaitan dengan user interface, data formatting dan communication sessions. Sedangkan Lower Layer berkaitan dengan bagaimana data mengalir.
Komunikasi yang terjadi pada OSI Layer ada dua jenis sesuai dengan arahnya yaitu komunikasi vertikal dan horisontal. Komunikasi vertikal terjadi antar layer yang berada tepat diatas atau dibawahnya sedangkan komunikasi horisontal terjadi antar layer yang sama dengan host lain. Komunikasi horisontal ini bersifat virtual.
3.2 Layer 1
Layer pertama adalah Physical Layer atau lapisan fisik. Physical layer mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan bit stream dalam media fisik. Dalam media fisik tersebut physical layer mendifinisikan spesifikasi elektrikal, mekanikal, prosedural, dan fungsional untuk aktivasi, pemeliharaan dan deaktivasi serta antarmukanya diantara sistem jaringan yang berkomuniskasi. Contoh spesifikasi tersebut antara lain level tegangan, perubahan tegangan, kecepatan transfer fisik, jenis konektor, jenis dan panjang kabel.
3.3 Layer 2
Layer kedua adalah Data Link. Pada layer ini mempunyai fungsi mendefinisikan jaringan, alamat hardware (MAC Address), karakteristik protokol, topologi jaringan, pendeteksian error, frame sequencing dan flow control untuk menghasilkan transit data yang handal antar link jaringan fisik. Data link akan mengubah Bytes (1 byte = 8 bit) menjadi satuan data berupa Frame yang diterima dari physical layer. Frame terdiri dari Frame Header (berisi Mac Address pengirim dan penerima, flag, control bits), Data, dan Frame Check Sequence (FCS) seperti pada gambar berikut :
Gambar Satuan Data (Frame)
3.4 Layer 3
Layer ketiga adalah Network Layer. Network layer bertanggung jawab untuk membawa paket dari satu simpul ke simpul lain yang berdasarkan pada logical address (IP address). Selain itu network layer juga berfungsi sebagai packet forwarder (penerus) dari sumber (source) ke tujuan (destination), fungsi ini disebut dengan routing.
3.5 Layer 4
Layer keempat adalah Transport Layer. Layer ini merupakan layer terbesar dalam OSI Model, karena mempunyai fungsi yang banyak dan terdapat dua protokol yaitu TCP dan UDP. Layer ini melakukan multiplexing (penggabungan data) terhadap data yang datang. Transport layer bertanggung jawab terhadap pengiriman data end to end (source to destination). Fungsi- fungsi pokok transport layer sebagai berikut :
a. Service Point Addressing
Sebuah komputer harus memiliki kemampuan untuk mengirimkan jenis pesan yang berlainan dari komputer satu ke komputer lain. Karena dalam satu waktu suatu komputer dapat menjalankan berbagai services atau aplikasi lebih dari satu yang memiliki jenis pesan yang berbeda-beda. Jenis – jenis pesan tersebut memiliki alamat tersendiri yang disebut dengan service point address atau port address. Misal pesan dari www melalui port 80, pesan SMTP melalui port 25.
b. Segmentation dan Reassembly
Pesan yang dikirim dibagi menjadi segmen-segmen. Setiap segmen mempunyai nomor urut (sequence number). Sequance number terbut digunakan oleh transport layer untuk mengurutkan data yang datangnya tidak berurutan dan menyusun kembali (reassembly) menjadi pesan yang utuh.
c. Connection Control
Fungsi dari connection control adalah mengendalikan (memilih) dua kondisi yakni ;
• Connection Oriented. Dalam Connection Oriented menggunakan protocol Transmission Control Protocol (TCP). Dua aplikasi pengguna TCP harus melakukan pembentukan hubungan dalam bentuk pertukaran control informasi (handshaking) sebelum transmisi data terjadi. Menerapkan deteksi kesalahan dan pengiriman ulang(retransmisi) data atau yang disebut dengan Reliable. Paket yang dikirimkan dan sampai tujuan secara berurutan disebut dengan Byte Stream Service. Aplikasi-aplikasi yang menggunakan TCP antara lain Telnet, File Transfer Protocol (FTP), Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) dan Hyper Text Transfer Protocol (HTTP)
• Connectionless Oriented. Menggunakan protokol User Datagram Protocol (UDP) yang mempunyai sifat tanpa dilengkapi dengan deteksi dan koreksi kesalahan (tidak reliable). Aplikasi-aplikasi yang menggunakan UDP antara lain Trivial File Transfer Protocol (TFTP), Domain Name System (DNS) name server, Remote Prcedure Call (RPC), Simple Network Management Protocol (SNMP) dan Lighweight Directory Access Protocol (LDAP).
d. Flow control
Bertanggung jawab untuk mengatur aliran data.
3.6 Layer 5
Layer kelima adalah Session Layer. Layer ini berfungsi mengatur sesi meliputi establishing (membangun), maintaining (mempertahankan) dan terminating (mengakhiri) komunikasi antar entitias atau diantara aturan-aturan layer presentation. Sesi komunikasi ini terdiri dari permintaan layanan dan jawabannya yang terjadi pada aplikasi.
3.7 Layer 6
Layer keenam adalah Presentation Layer. Layer ini mendefiniskan jenis coding, konversi dan transisi berbagai format data. Contoh format data antara lain JPG, GIF, MPEG, WAV, MP4, MP3 dan lain-lain. Layer ini menjamin informasi yang dikirim oleh layer aplikasi dapat terbaca oleh layer aplikasi pada sistem yang lain.
3.8 Layer 7
Layer ketujuh adalah Application Layer. Layer ini yang paling dekat dengan pengguna (end user) karena berfungsi sebagai antarmuka (interface). Fungsi lain dari layer ini yaitu mengidentifikasi partner komunikasi, ketersediaan sumber (resouce) dan sinkronisasi komunikasi. Protokol- protokol yang ada pada layer ini adalah FTP, SMTP dan HTTP.