Arsitektur WLAN
Ada 3 jenis konfigurasi atau arsitektur Wireles LAN. Dimungkinkan untuk mengonfigurasi WLAN ke dalam arsitektur yang berbeda, tergantung pada persyaratan sistem. Arsitektur fisik tersebut antara lain sebagai berikut: Ad hoc, Infrastruktur, Mesh/Jaring.
WLAN berbasis ad hoc
WLAN ad hoc (kadang-kadang disebut sebagai WLAN “peer-to-peer”), seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1, hanya memerlukan radio klien 802.11 (WIFI) di perangkat klien yang terhubung ke jaringan. Karena tidak ada titik akses atau pengontrol WLAN dan perangkat berada dalam jangkauan satu sama lain, data yang dikirimkan oleh perangkat sumber tertentu berjalan langsung ke perangkat tujuan yang berlaku. Alasan di balik bentuk jaringan ad hoc adalah untuk memungkinkan pengguna mengatur WLAN secara spontan. Kelebihan:
- Akes poin tidak diperlukan, yang membuat jaringan peer-to-peer mudah diatur dan dihapus. Ini dapat bermanfaat, contoh: misalnya, membuat WLAN di antara beberapa laptop di ruang konferensi untuk rapat di gedung yang tidak memiliki WLAN yang dapat disambungkan oleh laptop tersebut.
- Tidak memerlukan administrasi dan sangat sedikit prakonfigurasi. Yang diperlukan untuk menyiapkan WLAN ad hoc adalah menyetel WIFI perangkat klien berbasis Microsoft Windows kemode ad hoc.
Contoh penggunaan peer to peer atau jaringan ad-hoc:
- Bentuk komunikasi ad hoc sangat berguna dalam aplikasi keselamatan publik dan search and resque (SAR) . Tim medis membutuhkan komunikasi yang cepat dan efektif ketika mereka bergegas ke bencana untuk merawat korban. Mereka tidak memiliki waktu untuk memasang jaringan kabel dan memasang perangkat keras jaringan. Tim medis dapat menggunakan laptop yang dilengkapi WIFI dan mengaktifkan komunikasi data nirkabel broadband segera setelah mereka tiba di tempat kejadian
Infrastructure wireless LANs
- Sebagian besar perusahaan, hotspot publik, dan pemilik rumah menerapkan WLAN untuk memperluas jaringan kabel (Gambar 2).
- Dalam konfigurasi ini, satu atau lebih titik akses menghubungkan perangkat seluler nirkabel ke sistem distribusi. Setiap aksen poin (AP) membentuk sel radio, juga disebut Basic Service Set (BSS), yang memungkinkan pengguna nirkabel yang berada di dalam sel untuk terhubung ke titikakses.
- Dengan AP pengguna untuk berkomunikasi dengan pengguna nirkabel lainnya, dengan server dan sistem distribusi. Dengan jaringan WLAN ini, karyawan mengakses aplikasi perusahaan dan internet dari mana saja di dalam sebuah ruangan tanpa harus menarik kabel ke perangkat switching atau router